Mungkin dah pada tau, dah banyak
yg ngrasain pula, dunia akan terasa indah selalu pada saat awal sepasang insani
berpacaran, gak ada itu istilah mendung, apalagi ujan. Cerah selalu.. Tp akan
lain halnya ketika masa itu telah lewat dan kemudian mau tak mau harus di
akhiri. Rasanya dunia ini setiap hari isinya badai petir yang gak
berkesudahan.. Nah terus kenapa harus di akhiri, siapa yg mengakhiri atau di
akhiri, apakah itu suatu keinginan bersama??
Disni ane menulis dalam sudut pandang ane, yg memang sering jadi pertanyaan dalam otak ane. Mungkin ada sedikit nilai obyektifitas dalam penyampaiannya, maklum karena hal ini juga ane sadur dari pengalaman2 pribadi yg ane coba ceburin ke blog ane ini. Jd kl ada yg merasa keberatan ato pnya pendapat lain, ya monggo.. ^.^
Kenapa ada kasus "putus" dalam berpacaran? Biasanya hal ini terjadi karena sudah ada ketidaksesuaian dalam hubungan itu dalam macam2 hal, mungkin bisa visi misi, prinsip, kurang harmonis, dan macam hal lainnya.
Dari pengalaman yg ane alamin beberapa kali, seperti dalam salah satu tulisan ane bersama mantan2 ane sebelumnya ane hampir guna-guna mereka, di antara mereka belum sekalipun ada perpisahan yg ane alami atas kesepakatan bersama, pasti salah satu pihak ada yg mengajukan karena alasan2 tertentu.
Hasilnya ada yg menyakiti, pasti. Ada yg tersakiti, jauh lebih pasti. Ada yg tidak terima, kebanyakan bgtu. Tp kl si pasangan sudah minta dilepas, apa harus tetap memaksakan hubungan kl nantinya (mungkin) hanya akan terus menyakiti pasangannya?
Tinggal bagaimana berbesar hati menerima keputusan dari pasangannya. Kl gak bisa berbesar hati?? .. Ya kembalikan kepada hati masing2 ajah... ^.^ Entahlah, ini sih ceritaku, mana ceritamu ?
00:39, Bandoeng Friananda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.